Contoh Pembatalan, Penggantian Faktur Pajak & Retur BKP - PAJAK KITA
Headlines News :

About Me

My Photo

Media Komunikasi dan Informasi Tentang Pajak
Powered by Blogger.
Home » » Contoh Pembatalan, Penggantian Faktur Pajak & Retur BKP

Contoh Pembatalan, Penggantian Faktur Pajak & Retur BKP

Written By Didik Pomadi on Friday, April 8, 2011 | 1:31 PM


1. Contoh Pembatalan Faktur Pajak

a. Pada tanggal 1 Januari 2011 PT.A (PKP Penjual) melakukan penjualan BKP kepada PT.B (PKP Pembeli) dengan harga jual sebesar Rp100.000.000,-

b. Pada tanggal 1 Januari 2011 PT.A (PKP Penjual) menerbitkan Faktur Pajak dengan DPP sebesar Rp100.000.000,- dan PPN sebesar Rp10.000.000,-

c. Pada tanggal 25 Februari 2011 PT.B (PKP Pembeli) membatalkan pembelian, sehingga PT.A (PKP Penjual) harus melakukan pembatalan Faktur Pajak.

d. Sebagai konsekuensi dari pembatalan tersebut, maka :

1) PT. A (PKP Penjual) melakukan hal sebagai berikut :
a) Dalam hal PT.A (PKP Penjual) belum melaporkan Faktur Pajak tersebut dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2011, maka PT.A (PKP Penjual) harus tetap melaporkan Faktur Pajak tersebut dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2011 pada formulir 1111 A2 dengan mengisi nilai 0 (nol) pada kolom DPP (Rupiah) dan kolom PPN (Rupiah).

b) Dalam hal PT.A (PKP Penjual) telah melaporkan Faktur Pajak tersebut dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2011 sebagai Faktur Pajak Keluaran dengan nilai DPP sebesar Rp100.000.000,- dan PPN sebesar Rp10.000.000,- maka PT.A (PKP Penjual) harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2011 dengan cara melaporkan Faktur Pajak tersebut pada formulir 1111 A2 dengan mengisi nilai 0 (nol) pada kolom DPP (Rupiah) dan kolom PPN (Rupiah).

2) PT. B (PKP Pembeli) melakukan hal sebagai berikut :
Dalam hal PT.B (PKP Pembeli) telah melaporkan Faktur Pajak tersebut dalam SPT Masa PPN sebagai Faktur Pajak Masukan dengan nilai DPP sebesar Rp100.000.000,- dan PPN sebesar Rp10.000.000,- maka PT.B (PKP Pembeli) harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak yang bersangkutan dengan cara melaporkan Faktur Pajak tersebut pada formulir 1111 B2 dengan mengisi nilai 0 (nol) pada kolom DPP (Rupiah) dan kolom PPN (Rupiah).


2. Contoh Penggantian Faktur Pajak

a. Pada tanggal 28 Februari 2011 PT.A (PKP Penjual) melakukan penjualan BKP kepada PT.B (PKP Pembeli) dengan harga jual sebesar Rp280.000.000,-

b. Pada tanggal 28 Februari 2011 PT.A (PKP Penjual) menerbitkan Faktur Pajak dengan Kode dan Nomor Seri 010.000-11.00000050, DPP sebesar Rp280.000.000,- dan PPN sebesar Rp28.000.000,-

c. Faktur Pajak tersebut telah dilaporkan oleh PT.A (PKP Penjual) pada SPT Masa PPN Masa Pajak Februari 2011.

d. Pada tanggal 11 Juli 2011 diketahui bahwa harga jual sebenarnya adalah sebesar Rp230.000.000,-

e. Atas kesalahan tersebut, pada tanggal 15 Juli 2011 PT.A (PKP Penjual) menerbitkan Faktur Pajak Pengganti dengan Kode dan Nomor Seri 011.000-11.00000147, DPP sebesar Rp230.000.000,-. dan PPN sebesar Rp23.000.000,-

f. Sebagai konsekuensi dari penerbitan Faktur Pajak Pengganti tersebut, maka:

1) PT. A (PKP Penjual) melakukan dua hal sebagai berikut :
a) Melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak Februari 2011 untuk melaporkan Faktur Pajak Pengganti tersebut pada formulir 1111 A2 dengan cara sebagai berikut :

- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Pengganti (011.000-11.00000147);
- Kolom Tanggal diisi dengan tanggal Faktur Pajak Pengganti (15-07-2011);
- Kolom DPP (Rupiah) diisi dengan nilai 230.000.000,- dan kolom PPN (Rupiah) diisi dengan nilai 23.000.000,-
- Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak Yang Diganti/Diretur diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti (010.000-11.00000050).

Faktur Pajak yang diganti tidak perlu dilaporkan lagi pada SPT Masa PPN Pembetulan Masa Pajak Februari 2011; dan

b) Melaporkan Faktur Pajak Pengganti dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Juli 2011 pada formulir 1111 A2 dengan cara sebagai berikut :

- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Pengganti (011.000-11.00000147);
- Kolom Tanggal diisi dengan tanggal Faktur Pajak Pengganti (15-07-2011);
- Kolom DPP (Rupiah) dan kolom PPN (Rupiah) diisi dengan nilai 0 (nol);
- Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak Yang Diganti/Diretur diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti (010.000-11.00000050).

2) PT. B (PKP Pembeli) melakukan hal sebagai berikut :
Harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak dimana Faktur Pajak yang diganti tersebut dilaporkan sebagai Faktur Pajak Masukan, dengan melaporkan Faktur Pajak Pengganti tersebut pada formulir 1111 B2 dengan cara sebagai berikut :

- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Pengganti (011.000-11.00000147);
- Kolom Tanggal diisi dengan tanggal Faktur Pajak Pengganti (15-07-2011);
- Kolom DPP (Rupiah) diisi dengan nilai 230.000.000,- dan kolom PPN (Rupiah) diisi dengan nilai 23.000.000,-
- Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak Yang Diganti/Diretur diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti (010.000-11.00000050).

Faktur Pajak yang diganti tidak perlu dilaporkan lagi pada SPT Masa PPN Pembetulan.


3. Contoh Penggantian Faktur Pajak Pada Masa Yang Sama

a. Pada tanggal 6 September 2011 PT.A (PKP Penjual) melakukan penjualan BKP kepada PT.B (PKP Pembeli) dengan harga jual sebesar Rp500.000.000,-

b. Pada tanggal 6 September 2011 PT.A (PKP Penjual) menerbitkan Faktur Pajak dengan Kode dan Nomor Seri 010.000-11.00000210, DPP sebesar Rp500.000.000,- dan PPN sebesar Rp50.000.000,-

c. Pada tanggal 29 September 2011 diketahui bahwa harga jual sebenarnya adalah sebesar Rp550.000.000,-

d. Atas kesalahan tersebut PT.A (PKP Penjual) menerbitkan Faktur Pajak Pengganti pada tanggal 29 September 2011 dengan Kode dan Nomor Seri 011.000-11.00000225, DPP sebesar Rp550.000.000,- dan PPN sebesar Rp55.000.000,-

e. Sebagai konsekuensi dari penerbitan Faktur Pajak Pengganti tersebut, maka :

1) PT. A (PKP Penjual) melakukan hal sebagai berikut :
Melaporkan kedua Faktur Pajak tersebut pada SPT Masa PPN Masa Pajak September 2011 dengan cara :
a) Untuk Faktur Pajak yang diganti :
- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti (010.000-11.00000210);
- Kolom Tanggal diisi dengan tanggal Faktur Pajak yang diganti (06-09-2011);
- Kolom DPP (Rupiah) dan kolom PPN (Rupiah) diisi dengan nilai 0 (nol),

b) Untuk Faktur Pajak Pengganti :
- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Pengganti (011.000-11.00000225);
- Kolom Tanggal diisi dengan tanggal Faktur Pajak Pengganti (29-09-2011);
- Kolom DPP (Rupiah) diisi dengan nilai 550.000.000,- dan kolom PPN (Rupiah) diisi dengan nilai 55.000.000,-
- Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak Yang Diganti/Diretur diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti (010.000-11.00000210).

2) PT. B (PKP Pembeli) melakukan hal sebagai berikut :
a) Dalam hal Faktur Pajak yang diganti belum pernah dilaporkan, maka PT.B (PKP Pembeli) cukup melaporkan Faktur Pajak Pengganti pada formulir 1111 B2 dengan cara:
- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Pengganti (011.000-11.00000225);
- Kolom Tanggal diisi dengan tanggal Faktur Pajak Pengganti (29-09-2011);
- Kolom DPP (Rupiah) diisi dengan nilai 550.000.000,- dan kolom PPN (Rupiah) diisi dengan nilai 55.000.000,-
- Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak Yang Diganti/Diretur diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti (010.000-11.00000210).

b) Dalam hal Faktur Pajak yang diganti telah dilaporkan dalam SPT Masa PPN Masa Pajak September 2011 dan Faktur Pajak Pengganti diterima oleh PT.B (PKP Pembeli) setelah SPT Masa PPN Masa Pajak September 2011 dilaporkan, maka PT.B (PKP Pembeli) harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak September 2011 dengan melaporkan Faktur Pajak Pengganti pada formulir 1111 B2 dengan cara :
- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Pengganti (011.000-11.00000225);
- Kolom Tanggal diisi dengan tanggal Faktur Pajak Pengganti (29-09-2011);
- Kolom DPP (Rupiah) diisi dengan nilai 550.000.000,- dan kolom PPN (Rupiah) diisi dengan nilai 55.000.000,-
- Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak Yang Diganti/Diretur diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti (010.000-11.00000210).

Faktur Pajak yang diganti tidak perlu dilaporkan lagi pada SPT Masa PPN Pembetulan.


4. Contoh BKP Yang Diretur

a. Pada tanggal 10 Juni 2011 PT.B (PKP Pembeli) melakukan pengembalian BKP atas pembelian dari PT.A (PKP Penjual) dengan nilai BKP yang dikembalikan sebesar Rp15.000.000,-

b. Pada tanggal 10 Juni 2011 PT.B (PKP Pembeli) menerbitkan Nota Retur atas pengembalian BKP tersebut.

c. Nota Retur yang dibuat oleh PT.B (PKP Pembeli) diterima oleh PT.A (PKP Penjual) pada tanggal 12 Juni 2011.

d. Tata cara pelaporan Nota Retur tersebut bagi PT.B (PKP Pembeli) dan PT.A (PKP Penjual) adalah sebagai berikut :

1) PT.B (PKP Pembeli) melaporkan Nota Retur tersebut pada formulir 1111 B2 dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Juni 2011 dengan cara :

- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi dengan nomor Nota Retur;
- Kolom Tanggal diisi dengan tanggal Nota Retur (10-06-2011);
- Kolom DPP (Rupiah) diisi dengan nilai 15.000.000,- dan kolom PPN (Rupiah) diisi dengan nilai 1.500.000,- Nilai ditulis dalam tanda kurung sebagai pengurang;
- Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak Yang Diganti/Diretur diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak atas perolehan BKP yang dikembalikan.

2) PT.A (PKP Penjual) melaporkan Nota Retur pada formulir 1111 A2 dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Juni 2011 dengan cara :
- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi dengan nomor Nota Retur;
- Kolom Tanggal diisi dengan tanggal Nota Retur (10-06-2011);
- Kolom DPP (Rupiah) diisi dengan nilai 15.000.000,- dan kolom PPN (Rupiah) diisi dengan nilai 1.500.000,- Nilai ditulis dalam tanda kurung sebagai pengurang;
- Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak Yang Diganti/Diretur diisi dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak atas penyerahan BKP yang dikembalikan.

Artikel terkait :
- Prosedur Penggantian Faktur Pajak
- Faktur Pajak Bagi PKP Pedagang Eceran-2011
- PPN 1111 vs 1111 DM
- Aplikasi SPT Masa PPN 1111
- SPT Tahunan 2010
- Pajak Oleh-Oleh Dari LN
- SPT PPh 21/26 Masa Desember
- PPN Jasa Angkutan Umum
- BPHTB Sebagai Pajak Daerah
- Bebas Fiskal Luar Negeri 2011
- Bendahara Wajib Memotong/Memungut Pajak
- SPT Masa PPN 2011 (Form 1111)
Share this article :

25 comments:

  1. Pak Pomadi, bagaimana dengan cara ini untuk memasukkan Faktur pajak Pengganti pada ESPT PPN 1111 secara manual. Bagi penerbit Faktur Pajak, membuat SPT Pembetulan Februari , buka Menu Input Data > Pajak Keluaran > pilih nomor Faktur yg mau diganti. 010.000-11.00000210 > Ubah
    Dokumen Transaksi, diganti : 1 - Faktur Pajak menjadi 5-Faktur Pajak Pengganti
    Nomor Dokumen , diganti 010.000-11.00000210 menjadi 011.000-11.00000225
    No Seri yg diganti , isikan : 010.000-11.00000210
    tanggal dokumen : 29 / 9 /2011
    DPP = 550.000 , PPN = 55.000

    ReplyDelete
  2. @Aji Bayu : Langkah awal setelah login, masuk ke setting SPT, lalu pilih pembetulan ke... setelah itu anda bisa melakukan penggantian faktur pajak yg telah anda input pada SPT normal.

    ReplyDelete
  3. Pak Pomadi, mohon izin bertanya. Saya ada kesalahan melakukan input pada pajak yang sudah dilaporkan.
    Pada saat input pajak keluaran April 2013 untuk lawan transaksi CV Cahaya Prima (NPWP: 02.004.796.5-036.000, tgl dokumen 24 April 2013) nomor faktur yang saya input adalah 010.900.-13.92303032 padahal seharusnya nomor faktur yang benar adalah 010.900.-13.92303023, sehingga menyebabkan akan adanya nomor ganda untuk input data pajak keluaran bulan Mei 2013.
    Kesalahan ini baru saya sadari saat saya akan menginput data pajak keluaran bulan Mei 2013 untuk lawan transaksi PT Dian Rakyat (NPWP: 01.305.778.0-007.000, tgl dokumen 20 Mei 2013)dgn nomor faktur 010.900.-13.92303032 (sama dgn nomor faktur bulan April yang sudah dilaporkan). Sehingga timbul notifikasi bahwa nomor faktur sudah dipergunakan pada bulan April

    ReplyDelete
  4. @Ribka Renaldi : Atas kasus tsb, anda dapat melakukan pembetulan SPT PPN Masa April dengan merubahan no seri faktur pajak dari 92303032 menjadi 92303023. Atau bisa juga no seri 92303023 anda gunakan untuk transaksi bulan Mei 2013 kepada PT Dian Rakyat (Sesuai peraturan terbaru PER-24 penggunaan nomor seri faktur pajak tidak harus urut). Demikian penjelasan saya semoga dapat membantu.

    ReplyDelete
  5. Apakah tidak masalah? Karena espt bulan april sudah dilaporkan ke kantor pajak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal tersebut tidak masalah, karena apa yg saya sampaikan didasarkan peraturan yang ada.

      Delete
  6. Pak Pomadi maaf saya ingin bertanya, saya ada kesalahan input faktur pajak bln april 2013 yang nilainya beda dengan invoice, contoh : di invoice nilai PPNnya sebesar Rp. 1.092.500 tapi di faktur pajak Rp. 1.098.125,- dan telah saya laporkan ke ktr pajak, saya tahunya setelah pihak lawan transaksi beritahu, dan pihak lawan transaksi saya pun sudah lapor sebesar Rp. 1.098.125, namun yang semestinya dilaporkan adalah Rp. 1.092.500,- saya mohon bantuannya pak apa yang harus saya lakukan dan juga lawan transaksi saya, kalau tidak invoice tersebut blm akan dibayarkan, tapi pihak lawan transaksi saya menyarankan untuk dibuatkan "Nota Pembatalan" tapi saya masih ragu, mohon bantuannya pak Pomadi, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Billy : Atas kasus anda, yg harus dilakukan adalah seperti pada contoh nomor 2 artikel tersebut diatas. Namun perlu diingat untuk penerbitan faktur pajak pengganti harus mengikuti ketentuan PER-24/PJ/2012. Demikian penjelasan saya, semoga membantu.

      Delete
  7. Pak Pomadi,
    saya sudah sudah menerbitkan faktur pajak untuk PT.A bln Mei 2013.
    namun PT. A meminta untuk mengganti faktur pajak tersebut ke bulan Juni 2013. bagaimana dengan nomor seri nya,apakah tetap menggunakan nomor seri yang lama? dan bagaimana dengan pelaporan SPT nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @anastasia : Atas kasus anda hal ini sesuai PER 24.PJ.2012 harus melakukan pembatalan faktur pajak mei yg dimaksud, yaitu dengan cara sbb :
      1.Pembatalan transaksi harus didukung oleh bukti atau dokumen yang membuktikan bahwa telah terjadi pembatalan transaksi.
      2.Faktur Pajak yang dibatalkan harus tetap diadministrasi (disimpan) oleh PKP Penjual yang menerbitkan Faktur Pajak tersebut.
      3.PKP Penjual harus mengirimkan surat pemberitahuan dan copy dari Faktur Pajak yang dibatalkan ke KPP.
      4.Dalam hal sdh melaporkan Faktur Pajak tsb dalam SPT Masa PPN sebagai Faktur Pajak Keluaran, maka PKP penjual harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak yang bersangkutan, dengan cara melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan tersebut dengan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN atau PPN dan PPnBM.

      Selanjutnya utk menerbitkan faktur pajak juni dilakukan seperti biasa dengan no faktur baru.

      Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.

      Delete
  8. Pak Pomadi,

    Mohon bantuannya bagaimana cara melaporkan ppn dengan menggunakan espt ppn1111 v 1.3 apabila lawan transaksi tidak memiliki npwp? karena pada aplikasi espt harus memasukkan npwp lawan transaksi.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ikha_egist : saat memasukkan npwp diinput angka 000000000000000, untuk diketahui saat ini eSPT PPN 1111 sudah ada update versi 1.5

      Delete
  9. assalamualaikum pak pomadi,,

    saya kesulitan untuk membuat pembetulan faktur pajak dikarenakan salah npwp. tapi ssp sudah dibayarkan dengan memakai nama lama berbentuk cv. kemudian saya pindah bukukan ssp ke nama baru yang berbentuk pt. teknis nya apakah harus membuat f.p batal dulu untuk no yang lama kemudian membuat f.p pengganti dengan no yang sama hanya memakai no 031. karena sebagai pemungut. saya sudah mencoba menginput di ESPT namun keluar notif bahwa no dokumen yang diganti tidak terdaftar. oh y pak untuk membuat f.p pengganti dan melaporkannya apakah harus disertai pula dengan induk dan f. p. nya matursuwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Okty : Atas kasus anda sesuai PER-24/PJ/2012 dapat sy jelaskan bahwa dg adanya kesalahan dalam faktur pajak, maka harus menerbitkan faktur pajak pengganti, teknisnya sbb :
      1. Faktur Pajak Pengganti, diisi berdasarkan keterangan yang seharusnya dan dilampiri dengan Faktur Pajak yang rusak, salah tersebut.
      2. Faktur Pajak Pengganti tetap menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang sama dengan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti, namun kode transaksi diganti angka 1 (misalnya 030, mk menjadi 031). Sedangkan tanggal Faktur Pajak Pengganti diisi dengan tanggal pada saat Faktur Pajak Pengganti dibuat.
      3. Pada Faktur Pajak Pengganti, dibubuhkan cap yang mencantumkan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak serta tanggal Faktur Pajak yang diganti.
      4. Penerbitan Faktur Pajak Pengganti mengakibatkan adanya kewajiban untuk membetulkan SPT Masa PPN pada Masa Pajak terjadinya kesalahan pembuatan Faktur Pajak tersebut.
      5. Faktur Pajak Pengganti dilaporkan dalam SPT Masa PPN pada Masa Pajak yang sama dengan Masa Pajak dilaporkannya Faktur Pajak yang dilakukan penggantian dengan mencantumkan nilai dan/atau keterangan yang sebenarnya atau sesungguhnya setelah penggantian.
      6. Pelaporan Faktur Pajak Pengganti pada SPT Masa PPN harus mencantumkan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti pada kolom yang telah ditentukan.

      Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. Salam

      Delete
  10. Selamat siang Pak,

    saya telah menerbitkan FP bulan Juli dan melaporkan SPT bulan tsb, ternyta saya salah menerbitkan krna seharusnya invoice dan FP baru boleh terbit bulan Septmber (sesuai kontrak) FP ini belum sempat dilaporkan dari pihak pembeli dan untuk bln Septmber saya sudah menerbitkan FP tsb dengan nomor seri yang sama. mohon bantuannya bgmn cara pembetulan SPT PPN nya. terima kasih.

    Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Chyta : Atas faktur pajak juli yg sdh anda laporkan tsb harus dibatalkan dan anda harus melakukan pembetulan SPT masa juli. Pembatalan ini didukung dengan surat keterangan pembatalan dari pihak pembeli.

      Dalam pembetulan SPT masa juli tersebut nilai DPP dr faktur pajak yg dibatalkan dirubah menjadi 0 (nol) dan PPN 0 (nol)

      Selanjutnya pada bulan september seperti yg anda maksud, anda dapat menerbitkan faktur pajak lagi (utk pembeli tsb) namun dengan nomor seri baru sesuai urutan di bulan september. (dalam hal ini tidak benar jika anda menerbitkan nomor seri yg sama atas faktur pajak juli yg batal).

      Demikian penjelasan sy, semoga dapat membantu.

      Delete
    2. Pak Didik, : atas faktur yang saya laporkan di bulan juli tsb tidak sampai diterima oleh pembeli (shg tdk mungkin sy meminta srt keterangan pembatalan dr pihak pembeli) dan gantinya sy lansung meberikan faktur pajak atas seri yg sama di bln september (hanya beda bulan saja).

      untuk hal ini apakah bisa diperlakukan penggantian FP saja bukan pembatalan?

      Terimakasih.

      Delete
    3. @Chyta : kalau begitu kasusnya maka anda bisa menerbitkan faktur pajak pengganti dengan kode transaksi "011" dan nomor seri faktur sama dg faktur yg diganti. Selanjutnya melakukan pembetulan SPT ppn masa juli serta melaporkan faktur pengganti tersebut dlm SPT masa september.

      Delete
  11. bagaimana dengan faktur pajak pengganti yang salah? apakah bisa saya buat faktur pajak pengganti untuk faktur pajak pengganti? kalau bisa bagaimana caranya menginput ke ESPT?

    mohon bantuannya pak.
    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. @dudi : PKP bisa menerbitkan faktur pajak pengganti atas faktur pajk yg sdh pernah diganti. Dalam hal diterbitkan Faktur Pajak pengganti ke-2, ke-3, dan seterusnya, maka Kode Status yang digunakan Kode Status '1'.

      Faktur Pajak Pengganti tetap menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang sama dengan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti. Sedangkan tanggal Faktur Pajak Pengganti diisi dengan tanggal pada saat Faktur Pajak Pengganti dibuat.

      Cara input dalam eSPT yaitu masuk pada pembetulan SPT masa yang bersangkutan. Shg melakukan pembetulan ke-2 atas SPT masa tsb.

      Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.

      Delete
  12. P.Pomadi, pada bulan Des'13 saya menerbitkan no seri faktur pajak 900.13.000005 ternyata no seri faktur pajak dari DJP adalah 901.13.000005, sehingga sewaktu di input ke e SPT ditolak, sedangkan PPN telah dipungut dan telah menerbitkan SSP yang telah disetor dengan menunjuk pada no seri faktur 900.13.000005. Bagaimana cara memperbaiki Faktur Pajak yang salah no serinya, Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Nurbiq : Atas faktur pajak yg salah nomor serinya dapat segera diganti dengan no seri yang benar, dan melakukan koordinasi dg customer untuk mengganti faktur yang salah tersebut. Dalam hal faktur sdh dilaporkan dlm SPT masa ppn oleh customer maka harus melakukan pembetulan SPT masa. Selanjutnya terkait dengan SSP hal ini tidak menjadi masalah yang penting kode jenis pajak dan kode jenis setoran sudah benar.

      Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.

      Delete
  13. pak saya mau input pajak keluaran pada espt di bulan mei waktu itu kan belum pakai no seri fakjak dari KPP , tapi ko ada warning " nomor seri faktur pajak tidak sesuai dengan jatah" itu kenapa ya pa mohon penjelasannya , terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Lilis Suryani : walau belum menggunakan no faktur dari KPP, maka tetap harus memasukan no seri tsb ke menu Tools - Referensi - Jatah Faktur Pajak. Hal ini karena eSPT sdh terinstal versi yg terbaru.

      Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.

      Delete

 
Support : Creating Website | Pajak Kita | Dipo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. PAJAK KITA - All Rights Reserved