Penghitungan PPh 21 Atas THR - PAJAK KITA
Headlines News :

About Me

My Photo

Media Komunikasi dan Informasi Tentang Pajak
Powered by Blogger.
Home » » Penghitungan PPh 21 Atas THR

Penghitungan PPh 21 Atas THR

Written By Didik Pomadi on Monday, August 15, 2011 | 11:09 PM



Menjelang Hari Raya umumnya perusahaan membagikan THR kepada para pegawai tetapnya, dimana THR (Tunjangan Hari Raya) atau penghasilan yang sejenis yang biasanya diterima sekali dalam setahun ini wajib dipotong PPh Pasal 21 dengan mekanisme penghitungan sebagai berikut :


1. Menghitung besarnya penghasilan bruto setahun yang meliputi :
a. Penghasilan bruto teratur yang diterima setahun, ditambah dengan
b. Penghasilan bruto tidak teratur.

2. Menghitung penghasilan netto setahun dengan cara mengurangkan penghasilan bruto setahun (tersebut nomor 1) dengan :
a. Biaya jabatan (5% dari penghasilan bruto)
b. Iuran yang terikat pada gaji (iuran pensiun dan iuran THT)

3. Menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP) dengan cara penghasilan netto setahun dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

4. Menghitung PPh. Pasal 21 atas penghasilan teratur dan tidak teratur setahun, dengan cara Penghasilan Kena Pajak (PKP) dikalikan tarif PPh. Pasal 17.

5. Menghitung PPh. Pasal 21 atas penghasilan teratur setahun (tanpa penghasilan tidak teratur).

6. Menghitung PPh. Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur, dengan cara menghitung selisih antara :
a. PPh. Pasal 21 atas penghasilan teratur dan tidak teratur setahun (pada angka 4 diatas) dengan,
b. PPh. Pasal 21 atas penghasilan teratur setahun (pada angka 5 diatas)

Contoh :
Karyawan A (telah ber-npwp dengan status TK/-) adalah pegawai tetap sejak tahun 2009 yang menerima gaji ditahun 2011 sebesar Rp.2.500.000,- per-bulan. Pada bulan Agustus 2011 menerima THR sebesar 1 (satu) kali gaji pokok, yaitu sebesar Rp.2.500.000,- Atas transaksi ini besarnya PPh 21 yang harus dipotong atas THR adalah sbb :

Langkah 1 : menghitung besarnya PPh 21 yang terutang atas gaji pokok setahun.

Gaji sebulan = 2.500.000

Pengurang :
- Biaya jabatan (5% x 2.500.000) = 125.000

Penghasilan neto sebulan = 2.500.000 – 125.000 = 2.375.000
Penghasilan neto setahun = 12 x 2.375.000 = 28.500.000
PTKP (TK/-) = 15.840.000
PKP = 28.500.000 - 15.840.000 = 12.660.000
PPh 21 terutang setahun = 5% x 12.660.000 = 633.000


Langkah 2 : menghitung besarnya PPh 21 yang terutang atas THR.

Gaji sebulan = 2.500.000
Gaji setahun = 12 x 2.500.000 = 30.000.000
THR = 2.500.000
Jumlah penghasilan setahun (Gaji + THR) = 32.500.000

Pengurang :
- Biaya jabatan (5% x 32.500.000) = 1.625.000

Penghasilan neto setahun = 32.500.000 – 1.625.000 = 30.875.000
PTKP (TK/-) = 15.840.000
PKP = 30.875.000 - 15.840.000 = 15.035.000
PPh 21 terutang setahun (Gaji + THR) = 5% x 15.035.000 = 751.750
PPh 21 terutang setahun atas Gaji (hitungan langkah 1) = 633.000
PPh 21 terutang atas THR = 751.750 - 633.000 = 118.750 




Artikel terkait :
- Restitusi PPN PKP Berisiko Rendah
- Tatacara Restitusi PPN-2011
- PPh 21 PNS, TNI, POLRI, Pensiunan
- Nilai Lain Sebagai DPP
- Aplikasi SPT Masa PPh 23
- PPN Usaha Perbankan
- PPN Atas RS / RSS - 2011
- Perlakuan Pajak Atas Iklan
- Contoh Pembatalan, Penggantian Faktur Pajak & Retur BKP
- Prosedur Penggantian Faktur Pajak
- Faktur Pajak Bagi PKP Pedagang Eceran-2011
- PPN 1111 vs 1111 DM
- Aplikasi SPT Masa PPN 1111
- SPT Tahunan 2010
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Pajak Kita | Dipo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. PAJAK KITA - All Rights Reserved